Bacaan Terbaru

Monday, November 15, 2010

KTM 250SXF 2009 (Bandung) JAWARA WAHID 4-TAK 250 CC

1 comments
KTM 250SXF sejatinya untuk motocross. Tidak sengaja diadu balap lurus wae. Hasilnya mengejutkan! Digeber M. Syafi’i menyabet podium 1 di pentas drag bike malam di Bandung dua minggu lalu.

Sanggup meraih catatan waktu 8,767 detk. Padahal daleman mesin tidak diapa-apakan. “Coba lihat baut kepala silinder, masih mulus,” tunjuk H. Rio Teguh Pribadi, pemilik sekaligus sang kiliker.

Trus, apa yang disesuiakan untuk bermain di sirkuit Lanud Husein Sastranegara itu. Pertama adalah mengganti kaki-kaki yang asalnya jangkung dibikin pendek. Tentu supaya tidak mudah ngangkat.

Sokbreker depan diganti pakai punya Yamaha RX-King. Lengkap berikut segitiga dan sistem rem. “Untuk as segitiga dibikin ulang di tukang bubut supaya tidak merusak yang asli KTM,” jelas Rio Teguh yang minjam sok dari Jatori.

Kaki belakang juga diatur ulang. Sok dan lengan ayun masih dipertahankan standar. Hanya mengganti sistem rem dan teromol pakai Ninja 150. Hanya master rem yang asli KTM.

Mesin juga perlu disesuaikan. Namun enaknya KTM keluaran baru sudah meng-anut sistem ready to race. Artinya, spek-nya memang sudah siap balap. Paling menyesuaikan karburator kit.

Di dealer motor impor Hot Pipe Jakarta tersedia merek JD Jetting buatan Amerika. Harga Rp 2 jutaan. Lengkap jarum pelampung, main-jet dan idle-jet. Ini khusus buat KTM dengan karbu Keihin FCR MX 41.

Hasilnya cukup ideal. AFR atau Air Fuel Ratio diukur menggunakan AFR meter bisa 12,4 : 1. Angka ini didapat saat menggunakan bahan bakar bensol. “Namun filter kudu dilepas dan dipasangi velocity stack. Untuk mengatur debit udara uang masuk agar lebih banyak,” cerita jawara speed off-road ini.

Sebelumnya kem juga sudah dicabut lewat sistem cepat. Tanpa membuka baut head, cukup hanya lewat bagian samping. Menggunakan chamshaft Factory SXS yang katanya berbanderol Rp 7 jeti.

Factory SXS adalah variasi asli keluaran pabrik KTM. “Dipasang sistem bolt-on. Tidak ada perubahan,” cerita brother yang sudah memotong silencer 6 cm ini.

Untuk trek lurus 201 meter rasio tentu menyesuaikan. Agar gampang memilih gir dan tidak berat, ukuran rantai diganti. Asalnya menggunakan ukuran rantai 520 jadi 428. Dipadukan dengan gir 15/42. Menurut sang joki, ubahan ini dirasa masih kurang enteng. Bagusnya 15/44.

Kondisi begitu aja sudah bisa bikin power melambung tinggi. Terbukti saat dynotest pakai kepunyaan Work Sutrisno yang bos BJM (Budi Jaya Teknik) Bandung, hasilnya power mesin mencapai HP 38,7 hp pada rpm 14.000.

Untuk persiapan Minggu depan di Kemayoran pasang piston kompresi tinggi. Asalnya rasio kompresi 12,5 : 1 jadi 13,5 : 1. Sepul pengapian dan CDI set juga bakal diganti baru. Harganya Rp 9 juta. Knalpot juga sudah diseting ulang.

DATA MODIFIKASI
  • Ban depan : Mizzle 70/80
  • Ban belakang : IRC Razzo 221
  • Pelek depan : 1,60x17
  • Pelek belakang: 2,50x17
  • Sok depan : Turun 5 cm
Penulis/Foto : Aong/Dudu

Share/Bookmark

1 comments:

  • December 15, 2013 at 3:21 PM
    Anonymous :

    I know this if off topic but I'm looking into starting my own blog and was wondering what all is needed to get
    set up? I'm assuming having a blog like yours would cost a pretty penny?
    I'm not very internet smart so I'm not 100% sure. Any suggestions or advice would be
    greatly appreciated. Thanks

    Visit my weblog - website

Post a Comment

Komen bebas asal jangan berantem!!!!!!

kotak pencarian untuk download

Loading